HAI!
Pertama-tama aku mau bilang Selamat datang di web pertamaku.
Aku disini bakal nge-share sedikit pengalamanku operasi usus buntu menggunakan BPJS.
ENJOY
Sebelum diketahui di diagnosa usus buntu.fyi, aku pribadi yang setiap harinya itu berteman sama cabai rawit,alias penggemar pedas.
Sakit itu bermula pada saat..
1 Minggu sebelum terasa sakit itu,Aku sudah tidak BAB selama seminggu itu. Sudah mencoba berbagai cara. dari memakan makanan banyak serat,menggunakan obat obatan dan lain lain tapi hasilnya nihil.
Setelah satu Minggu berlalu,aku mengeluhkan perutku bugah dan sakit dibawah pusar perut.
Orang tuaku mengira bahwa hanya karena tidak BAB saja.Tapi semakin hari sakit tersebut makin menjalar ke perut kanan bagian bawah sampai kaki kananku jika di angkat sakit sekali.
Selain itu juga,demam,mual dan semuanya bersatu.dan yang lebih parahnya membuatku tidak bisa jalan.
Dan fyi,Kakek ku seorang mantan dr.bedah. dan beliau mendiagnosa aku terkena usus buntu dan menyuruhku cepat cepat untuk kerumah sakit sebelum terlambat.
Sampai akhirnya,keluargaku memutuskan untuk berobat. Karena aku menggunakan BPJS langkah pertama untuk berobat ke puskesmas.
Dan diagnosa dokter puskesmas yaitu usus buntu akut. Dan di rujuk ke rumah sakit A esok harinya.
Karena tidak kuat menunggu esok,malam harinya aku dibawa kerumah sakit B dimana tempat orang tuaku bekerja.
Sampai di IGD,periksa semua mulai dari tekanan darah,bagian perut yang di tekan,sampai akhirnya dokter menyuruh untuk melakukan tes darah. Dan hasil lab nya itu semua nya normal,harusnya penyakit usus buntu itu sel darah putih nya tinggi.tapi hasil lab darahku itu semua normal.Aneh bukan?dokter hanya menyarankan memakan makanan yang berserat tinggi,diberi obat dan pulang.
Esok hari,aku semakin kesakitan akhirnya memutuskan untuk kerumah sakit rujukan puskesmas. Sampai disana,dokter tersebut sangat cepat tanggap sekali.
Akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan USG,agar lebih jelas.
Keesokan harinya ternyata,usus buntu tersebut sudah pecah dan harus segera operasi.
Karena aku menggunakan BPJS,harus menunggu selama satu Minggu.tetapi karena sudah darurat akhirnya menunggu 3 hari.
Selama dirumah,sakit itu semakin menjadi jadi dan dokter hanya memberikan obat antibiotik dan penahan sakit.
Okay next,ke hari operasi.
Karena,aku operasi pada saat pandemi hanya 1 orang yang bisa menemani
Aku berangkat ke rumah sakit sekitar jam 7 pagi. Sampai disana tes darah dan kesiapan semuanya sebelum operasi.
Jam 9 masuk ruang operasi,pasang infus dan lain lain.
Jam 9.30 dokter datang dan menanyakan sedikit keluhan.lalu setelah itu aku di bopong menuju meja operasi
Pada saat masuk ruang operasi,perawat mengatakan “jangan lepas berdoa ya”
Kalian tau ga?perasaan aku mendengar kalimat tersebut? Pikiranku melayang “berhasil tidak ya operasi ini?” “Ah tapikan operasi kecil masa tidak berhasil” terus saja pikiranku seperti itu.
Semua persiapan seperti tangan yang di tali,kaki juga.semua membuatku semakin takut.
Dokter anastesi pun datang, menanyakan data apakah benar pasien ini sama seperti data dan keluhan penyakit.
Dokter anastesi memintaku membaca doa bersama,sambil menyuntikkan obat bius melalui infus.
Doaku belum selesai,aku sudah terlelap.
Kalian pasti ingin bertanya?bagaimana rasanya bukan?
Rasanya itu? Kaya kalian saja tidur semuanya gelap.
Pada saat sadar,oksigen di hidung terpasang,alat monitor jantung yang berbunyi semakin membuatku tersadar.
Dokter memeriksa dan mengatakan operasi nya berhasil, tapi untuk masalah bab masih bermasalah. Dan dokter membolehkan untuk ke ruang rawat inap.

Pada saat masuk ruangan rasa mual semakin menggebu gebu,akhirnya aku memuntahkan semua yang membuatku mual.
Kalian tauga?bukan rasa mual biasa.pada saat muntah,perut yang di operasi itu ketarik dah rasanya ugh bukan main gayssss😭
Karena muntah terus menerus,akhirnya perawat menyuntikkan obat anti mual,dan beberapa saat mual tersebut hilang dan akupun tertidur karena obat bius tersebut masih ada.
Aku terbangun pukul 5 sore,dan pada saat bius nya hilang sakit itu kembali muncul,sakit nya itu nyut nyutan gitu karena jaitan mungkin ya.
Setelah 3 hari rawat inap,aku diperbolehkan pulang dan kontrol 3 hari setelah pulang.
Hari Rabu besoknya,aku control ke dokter yang mengoperasiku. Tidak ada alasan yang pasti penyebab penyakit tersebut.dan akhirnya aku diberi obat dan pulang.
Akhirnya selesai juga.disclaimer ini berdasarkan pengalaman pribadiku.jika kalian ada yang ingin ditanyakan bisa lewat kolom komentar ya !